SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA (STT) MEMBANGUN PENDIDIKAN YANG MENINGGIKAN DERAJAT BANGSA.

PDT.ERASTUS SABDONO DENGAN MAHASISWA STT

Pembaharuan.com-Jakarta,

KETUA Sinode Gereja Suara Kebenaran Injili (GSKI), Pdt, Dr, Erastus Sabdono mengatakan sebuah sekolah pendidikan, khususnya Sekolah Tinggi Teologia (STT) hendaknya dibangun dengan tujuan meninggikan derajat bangsa. Hal itu dikatakan dia saat memeberikan kuliah umum di Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia (PTAKI).

“Kalau dalam lingkungan Kristen, membicarakan ‘Derajat’ harus diarahkan kepada kemartabatan secara moral. Kalau bukan dikaitkan kepada moral, berarti kita sedang mendegradasi kebenaran yang Tuhan kehendaki untuk diajarkan kepada jemaat atau masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kita berpikir kita harus meliputi moral sebagai anak-anak Allah,” kata Erastus di hadapan ratusan mahasiswa, pengajar dan pelaku pendidikan teologi di Hall Artha Gading, Jakarta Utara, Rabu (13/2/2019) malam.

Menurut dia, ada 5 ciri seorang yang berkeadaan sebagai anak Allah, pertama, kehidupan yang tidak bercacat dan bercela di hadapan Tuhan, Kedua tidak memiliki perasaan takut menghadapi segala keadaan, Ketiga tidak memandang dunia sebagai keindahan, keempat merindukan rumah Tuhan dan kelima berjuang tanpa batas melakukan kehendak Ilahi dalam pelayanan penyelamatan jiwa-jiwa.

“Seorang pendidik terlebih dahulu harus memiliki karakter dan moral yang baik supaya bias mengajarkan pendidikan moral dengan karakter yang baik, karena itulah tujuan utama sekolah pendidikan,” kata Gembala Sidang gereja Rehobot ini.

Menurut Erastus, lulusan sekolah teologia bukan cuman hanya untuk menjawab kebutuhan gereja tetapi harus memberkati dan berguna bagi masyarakat. Seorang lulusan teolog harus menjadi role model bagi jemaat dan masyarakat.

“Setelah lulus dari STT, saya berharap kalian kembali ke kampong halaman atau mau melayani ke pelosok-pelosok desa. Di sana kalian akan lebih sangat berguna, ajarkan mereka (jemaat/masyarakat) tentang pola hidup yang baik, moral dan karakter yang baik,” harapnya.

Selain itu, lanjut Erastus, mahasiswa di STT harus juga diajarkan skill lain bukan cuman tentang teologi. “Itu berguna saat berada di masyarakat. Selain kita bisa mengajarkan dan membantu masyarakat agar memiliki keterampilan untuk meningkatkan perekonomian mereka, kita juga bias menggunakan keterampilan itu untuk kita bekerja untuk mendapatkankan penghasilan agar tidak membebani jemaat dan gereja,” ungkapnya.

Menurut Erastus, dengan banyaknya masyarakat yang dilayani oleh lulusan STT dengan mengajarkan pengetahuan, pendidika moral dan pembentukan karakter secara otomatis turut serta membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

“Dengan demikian derajat bangsa akan terangkat. Kita telah meninggikan derajat bangsa,” tuturnya. (AP)

Share this post

Post Comment