Pembaharuan
NEWS TICKER

HADAPI PERUBAHAN ZAMAN GEN-Z HARUS PERKUAT SOFT SKILL

Tuesday, 23 October 2018 | 11:40 am
Reporter:
Posted by: Pembaharuan
Dibaca: 92

Pembaharuan.com-JAKARTA,

 Menyikapi revolusi industri 4.0, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh hanya fokus pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Namun lebih dari itu, Generasi-Z (Gen-Z) harus diperkuat pada aspek soft skill-nya.

“Selain kemampuan teknis, hal lain yang tak kalah pentingnya diberikan kepada para tenaga kerja adalah bekal soft skill atau transversal skill,” kata Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemanker) Dudung Heryadi dalam acara Kuliah Umum “Generasi Z dan Revolusi Industri 4.0” di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, Jumat (19/10/2018).

Gen-Z, adalah generasi yang lahir dari 1995 hingga sekarang. Gen-Z menjadi topik pembicaraan dunia karena generasi ini akan mendominasi populasi manusia di masa depan. Generasi inilah yang akan berjibaku dengan dinamika era revolusi industri 4.0.

Bloomberg of United Nation memberi label Gen-Z sebagai generasi realis, inovatif, dan mandiri. Oleh karenanya, penguatan soft skill menjadi penting bagi Gen-Z sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan zaman.

Hanya saja, penanaman soft skill yang mencakup karakter inti manusia, seperti kreativitas, imaginasi, intuisi, emosi, dan etik membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Oleh karena itu, sinergi lembaga pelatihan, BLK (balai latihan kerja) dengan dunia pendidikan menjadi sangat penting dalam memastikan internalisasi soft skill,” ujarnya.

Ia menyebutkan, soft skill sangat penting untuk ditenkankan bagi Gen-Z. Karena, dalam laporan World Economic Forum, 80 persen skill yang diperlukan tenaga kerja untuk bisa bersaing dalam era revolusi industri 4.0 adalah penguasaan softskill. Selebihnya, technical skill hanya berada dalam skala 12 persen.

Secara rinci, tiga diantara 10 skill yang diperlukan saat ini adalah complex problem solving, critical thinking, dan creativity. “Selain soft skill, penanaman jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) dan penguasaan teknologi digital kepada para peserta pelatihan juga menjadi bagian penting dalam upaya mencetak tenaga kerja yang siap berkompetesi,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Dudung juga menyebutkan beberapa langkah pemerintah untuk menghadapi tantangan perubahan era revolusi industry 4.0. Di antaranya, kebijakan link and match untuk memastikan kompetensi SDM/tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dengan industri yang berbasis teknologi digital.

“Dengan demikian, konsep pendidikan dan pelatihan kerja mengacu kepada kebutuhan dunia industri,” terang Dudung.

Selain itu, pemerintah juga mengambil kebijakan masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi. Strategi ini dibingkai dalam kebijakan Triple Skilling, yaitu skilling; up-skilling; dan re-skilling.

“Ketiga kebijakan ini menjadi penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja terampil (skilled workers) sekarang dan di masa yang akan datan,” paparnya .(Friendly Sianipar R2)

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

pembaharuan.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.