Pembaharuan
NEWS TICKER

ANGKA STUNTING TURUN, KEMENKES TETAP INTERVENSI HINGGA PERILAKU BERUBAH

Wednesday, 24 October 2018 | 12:45 pm
Reporter:
Posted by: Pembaharuan
Dibaca: 90

Pembaharuan.com- JAKARTA,

 Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menuturkan, pemerintah berhasil menurunkan angka stunting dari 37,2 persen, dari riset kesehatan dasar (riskesdas) pada 2013 menjadi 30,8 persen. Kendati begitu, intervensi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap akan dilakukan hingga ada perubahan perilaku masyarakat.

“Intervensi dilakukan oleh Kemenkes terhadap stunting sampai ada perubahan perilaku. Itulah sebabnya gerakan masyarakat hidup sehat (germas) dilakukan baik di posyandu, termasuk melibatkan PKK demi menggerakan ekonomi di daerah,” tutur Menkes dalam pemaparan empat tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018) sore.

Diingatkan Menkes, stunting sangat berkolerasi dengan penyakit tidak menular (katastropik). Oleh karena itulah, kuat alasan untuk menekan terus angka stunting di Tanah Air.

Sementara itu, terkait program imunisasi, Menkes mengatakan, cakupannya telah mencapai 92,04 persen. Di Pulau Jawa, imunisasi MR sudah dilakukan terhadap 35 juta anak. Sedangkan di luar Pulau Jawa, masih dalam proses pelaksanaan program.

“Sudah 62 persen untuk di luar Jawa. Beberapa provinsi sudah sampai 95 persen, namun memang ada kabupaten/kota yang rendah sekali. Memang diperpanjang sampai Oktober, tapi tidak bisa diperpanjang lebih lanjut. Karena itu, terkait dengan persoalan kekebalan komunitas. Sehingga, yang ditempuh adalah dengan cara-cara lain demi tercapai cakupan yang sebenarnya,” ujar Nila.

Saat ini, katanya, sudah sebanyak empat juta anak memperoleh imunisasi lengkap. Khusus untuk polio, kendati Indonesia sudah bebas tetap harus berhati-hati. Sementara Papua outbreak polio.

Tujuan dari peningkatan pelayanan kesehatan, Nila menegaskan, intinya memang mengubah masyarakat menjadi berparadigma sehat, menguatkan layanan kesehatan, dan lindungi masyarakat dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Angka JKN mengalami peningkatan, jika dulu memberikan perlindungan pada 156 juta jiwa, kini sudah lebih dari 200 juta jiwa yang dilindungi,” terang dia.

Menurutnya, pemberian layanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari penyediaan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, ada rencana untuk membangun tiga rumah sakit di Indonesia timur, yakni di Ambon (Maluku), Kupang (NTT), dan Wamena (Papua).

Saat ini tercatat, 22.624 rumah sakit dan 2.443 puskesmas. Sedangkan soal sumber daya manusia dengan tidak adanya pegawai tidak tetap (PTT), Kemenkes menggelar program Nusantara Sehat.

“Melalui program itu ditempatkan anak muda untuk mau berada di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan kepulauan. Saat ini, jumlahnya sudah mencapai 6000 yang tersebar 1.612 puskesmas di 361 kabupaten/kota,” ucapnya. (Bontor Sitanggang /R2)

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

pembaharuan.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.