Pembaharuan
NEWS TICKER

SEDANG CALONKAN DIRI JADI DPD RI, MANTAN ANGGOTA KPU DEPOK JADI TERDAKWA KASUS PENGRUSAKAN

Saturday, 20 October 2018 | 11:56 am
Reporter:
Posted by: Pembaharuan
Dibaca: 70

Pembaharuan.com-DEPOK,

Udi S.Ag (54) yang sedang mencalonkan diri menjadi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozi Juliantono menjadi terdakwa di PN Depok dengan Dakwaan Tunggal, yakni sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 406 Ayat (1) KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP yang diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Nana Shorbana menyatakan, Udi pernah menjadi Anggota KPU Kota Depok dan sekarang sedang mencalonkan diri menjadi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang akan datang.

“Iya benar. Beliau pernah menjadi Anggota KPU Kota Depok periode Tahun 2003-2008 lalu. Beliau saat ini juga sedang mencalonkan diri sebagai DPD RI periode yang akan datang,” ungkap Nana, Jumat (19/10/2018).

Sebelumnya, JPU Rozi dalam pembacaan Surat Dakwaan menyatakan bahwa pada hari Minggu (19/2/2017) sekira pukul 10.00 wib di Jalan Leuwinanggung RT.002/RW.008 Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, Kota Depok, telah terjadi tindak pidana yang dilakukan terdakwa.

Awalnya pada Minggu (19/2/2018), Saksi Kasra selaku penyewa bangunan yang terletak di lokasi tempat kejadian perkara (TKP) milik Saksi Anie Roslina Siahaan melihat pagar tembok dan dinding belakang bangunan bekas gudang yang berdiri telah dibobol atau dihancurkan oleh banyak orang dan salah satunya adalah terdakwa Udi hadir saat kejadian.

Atas kejadian itu, Saksi Kasra melaporkannya kepada Saksi Arip Pirmansyah dan Saksi Maringin Tua Sinaga kemudian pada Senin (20/2/2017) sekira pukul 09.00 wib, Saksi Maringin Tua Sinaga bersama Saksi Akim FHP Lubis memeriksa lokasi tersebut.

Setiba di lokasi, para Saksi melihat sudah banyak orang yang sedang memukul tembok bangunan dengan palu dan ada juga yang sedang memotong rumput di lokasi tersebut.

Kemudian orang banyak tersebut oleh Saksi Akim FHP Lubis ditegur dengan berkata “kenapa bangunannya dirusak” yang dijawab oleh terdakwa Udi “itu punya saya”. Selanjutnya Saksi Akim FHP Lubis berkata “darimana punya situ? Ini saya punya sertifikat” lalu dijawab kembali oleh terdakwa “ini punya Isteri saya. Saya Udi. Saya punya girik”.

Perdebatan itu tak berhenti begitu saja karena dijawab lagi oleh Saksi Akim FHP Lubis “itu kan punya Isterimu, bukan punyamu. Ini saya sertifikat loh. Berarti ini anggotamu yang membongkar ini ya (sambil Saksi menunjuk bangunan tembok yang sudah jebol)”.

Pernyataan Saksi tersebut langsung dijawab lagi oleh terdakwa “bukan anak buah saya yang bongkar, saya yang membongkar itu. Kenapa emangnya? Lapor aja ke Polisi” kemudian Saksi menjawab, “ya liat aja, saya sudah buat laporan polisi” sambil melihat terdakwa beserta orang suruhannya yang dibayar oleh terdakwa sedang membawa cangkul, linggis, palu dan arit memukul tembok samping bangunan yang sudah jebol.

Maka, JPU Rozi menjerat terdakwa dengan Pasal 406 Ayat (1) jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sebab, berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor : 414/Leuwinanggung 1997, tanggal 11 Oktober 2010 atas nama Anie Roslina Siahaan dengan luas 827 m2 adalah milik Saksi Anie Roslina Siahaan yang dibeli dari H. Hamid Djiman sekira Tahun 2009 melalui Kakak kandung Saksi Anie yang bernama Parlindungan yang dikuatkan dengan Akta Jual Beli Nomor 254/2010 tanggal 01 September 2010 di Kantor Notaris D. Sukardi, SH, MM, Mkn. (jim)

 

Berita Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *

pembaharuan.com Copyright 2018 ©. All Rights Reserved.